Facebook

Selasa, 30 Oktober 2018

Kita harus bergerak


Para penyandang disabilitasi yang biasa kita sebut orang cacat itu sendiri dalam pandangan masyarakat umum tertentu biasanya merupakan suatu masalah bahkan juga merupkan hal yang sangat mengganggu bagi mereka. Sangat ironi memang jika dilihat dari sudut pandang tersebut, yang kita lihat saat ini bahwa yang biasanya masyarakat memberikan perlakuan yang berbeda bagi para penyandang disabilitas itu sendiri terutama di lingkungan masyarakat dan pergaulan sosial. Sangat ironi memang, namun begitulah kenyataannya. Begitupun juga dalam dunia pendidikan saat ini, anak berkebutuhan khusus juga masih sulit untuk mendapat bangku pendidikan., dari mulai rumitnya syarat untuk masuk ke bangku sekolahnya maupun sampai dengan dari infrastuktur nya pun belum memadai bagi mereka. Padahal seharusnya pada zaman modern saat ini untuk masalah tersebut kita harus optimis dan membantu mereka mencari jalan keluar dari kekurangan mereka, bukan malah menyulihkan dan bersikap masa bodo tentang hal tersebut.   

                Para penyandang disabilitas tidak boleh kita abaikan dan tidak boleh juga kita remehkan karena kekurangan yang mereka miliki tersebut, karena pada hakekatnya percayalah tidak ada SATUPUN dari mereka yang mau menderita kecacatan pada diri mereka tersebut. Hal tersebut adalah anugerah dari Tuhan yang Maha Esa yang diberikan untuknya sebagai bentuk rasa syukur bagi orang non disabilitas. Karena hal tersebutlah hal yang mesti kita lakukan adalah tidak mencemoohnya, menghinanya, mapun meremehkannya karena kekurangan yang mereka miliki, karena pada sejatinya pun kita semua tidak ada yang sempurna dan secara real orang yang menganggap dirinya ‘normal’ pun juga para penyandang disabilitas yang membutuhkan kebutuhan khusus dalam menjalani kehidupannya meskipun tidak kelihatan secara langsung. Karena para penyandang disabilitasi itu sendiri bukan hanya sekedar cacat fisik saja, namun kecacatan mental pun juga merupakan para disabilitas itu sendiri.

                Seharusnya kita yang bersikap begitu kepada mereka seharusnya malu dan berhenti bersikap hal tersebut, karena meskipun adanya keterbatasan fisik yang mereka miliki, mereka pun tidak putus asa dan tidak menyerah akan hal tersebut. Mereka merasa mampu dan sangat bersemangat menjalankan apa yang mereka inginkan dan mereka cita citakan tanpa menghiraukan kecacatannya tersebut. Aapalagi jika didorong dan disupport oleh orang orang sekitar, keluarga, bahkan pemerintah. Bisa dipastikan prestasi dan hasil kerja mereka bisa melebihi orang orang yang kataya ‘normal’ berkat kegigihan dan ketekunan yang mereka lakukan untuk berjuang menjalani keras nya kehidupan yang berpandang sebelah mata untuk mereka. Meskipun hati mereka sakit dan air mata mereka mengalir karena perbuatan orang lain yang tidak berpihak pada mereka, mereka tetap semangat dan terus membuktikan bahwa mereka bisa lebih dari apa yang orang lain pikirkan.

                Pada zaman sekarang saat sini sudah saatnya kira berfikir cerdas dan konkrit atas apa yang seharusnya kita lakukan untuk mereka. Dari mulai memperbaiki pandangan, sikap, serta perbuatan dari masyarakat sekitar mapupun keluarga terhadap para penyandang disabilitas. Kita semua harus bergerak untuk menuntaskan ketidaktahuan, sikap menjelekkan, dan sikap pesimis terhadap para saudara saudara kita yang penyandang disabilitas. Hati kita seharusnya tergerak untuk tidak menjatuhkan mereka karena mereka memiliki hati yang ikhlas dan berlapang dada atas yang dideritanya tersebut dan menjadikan kekurangan mereka bukan hambatan demi mencapai cita cita mereka. Kita semua harus bergerak untuk menguatkan mereka, meyakinkan mereka, menyemangati mereka untuk menggapai cita cita dan tujuan mereka, karena pada intinya kita adalah makhluk ciptaan tuhan yang sama derajatnya.